Archive for Juli, 2011

Perpaduan antara orang, fasilitas, teknologi media, prosedur dan pengendalian yang bertujuan untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat, disebut dengan sistem informasi. Sistem informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan harus berkualitas. Informasi yang mempunyai kualitas baik dari sebuah sistem harus memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu. Menurut Anwar (2004), manajemen data yang efektif (effective management of the data) merupakan karakteristik yang perlu diperhatikan dalam sistem informasi. Hal yang perlu diperhatikan meliputi waktu mengup-date file, akurasi input data, pemeliharaan kesatuan data yang disimpan dalam sistem, keperluan keamanan data yang sudah digunakan, serta fasilitas back-up yang memadai.

Data memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perusahaan. Perusahaan membutuhkan penyusunan data baik agar dapat membantu para pengusaha maupun manajernya dalam mengambil sebuah keputusan. Data yang baik dapat disusun dalam sebuah database (basis data). Database memiliki arti penting dalam perusahaan agar dapat mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa data bisnis perusahaan. Database dianggap sangat penting, karena beberapa fungsinya yang meliputi:

  1. Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
  2. Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
  3. Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
  4. Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
  5. Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
  6. Menyusun format yang standar dari sebuah data.

Perkembangan teknologi komunikasi modern yang saat ini terjadi, misalnya internet dapat mengantarkan beragam dinamika yang terjadi di dunia nyata sehingga dapat ditransfer ke dunia virtual. Hal ini dapat terjadi dalam bentuk transaksi elektronik, contohnya: e-business, e-banking atau komunikasi dijital seperti e-mail dan messenger. Selain aspek positif yang dibawa oleh kemajuan teknologi komunikasi modern, ada juga aspek negatif yang bisa terjadi, contohnya: pencurian, pemalsuan, penggelapan.

Informasi sebuah perusahaan mengandung nilai ekonomis maupun strategis, agar obyek kepemilikan dapat dijaga dengan baik, maka dibutuhkan metoda pengamanan. Keamanan data sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak negatif yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi. Sistem informasi sangatlah rentan terhadap berbagai gangguan keamanan yang dapat mengancam kelangsungan suatu organisasi atau perusahaan. Pentingnya keamanan sistem dapat dikarenakan beberapa hal yaitu: (1) Sistem dirancang untuk bersifat “terbuka”, seperti Internet (tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat, perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat; (2) aspek keamanan yang belum banyak dimengerti oleh pengguna dan menempatkan keamanan sistem pada prioritas yang rendah; dan (3) kurangnya keterampilan pengamanan.

Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan data (Backward Analysis), identifikasi  kerawanan data pada transaksi bisnis, identifikasi metoda pengamanan data, serta identifikasi isu kode etik nasional dan internasional dengan mengambil studi kasus pada SBU Kemitraan PT Sierad Produce Tbk.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di        “SINI”

Referensi di dapat dari blog dengan link di bawah ini :

blog telah di komentari, dan beberapa komentar sedang menuggu moderasi.

1.  http://irma14.blogspot.com/2008/09/dasar-dasar-keamanan-komputer.html

2.  http://www.insightbytes.com/blog/requirement-analysis-to-assess-web-analytics-tool%E2%80%99s-business-compatibility/

3.  http://maizarti.wordpress.com/2011/03/13/teknik-pengaman-data/

4.  http://muhammadadri.wordpress.com/2009/11/01/materi-1-sistem-informasi-manajemen/

5.  http://putrisoraya.multiply.com/journal/item/12

6.  http://ratz3x.wordpress.com/2010/07/03/database-management-system/

7.  http://tbmdb.blogspot.com/2011/02/alex-osterwalder-on-designing-business.html?showComment=1311607395055#c8205714849692201737

8.  http://ibehbandito.wordpress.com/keamanan-data-dan-informasi/#comment-44

9.  http://aditbudy.wordpress.com/2010/12/13/keamanan-informasi/

10.  http://hendy212.wordpress.com/2010/04/11/isu-isu-etika-biomeidis/#comment-4

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada era global saat ini persaingan di bidang bisnis sangat ketat, termasuk di dalamnya mengenai kualitas produk, harga, ketepatan pengiriman serta ketersediaan produk di pasaran. Perusahaan dituntut untuk melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan hal seperti enterprice resources planning, customer relationship management, enterprise application integration, supply chain management dan enterprice collaboration systems.

Fungsi berbagai hal tersebut menjadi semakin penting ketika perusahaan dituntut untuk menyediakan produk atau jasa yang tepat, pada tempat yang tepat, waktu yang tepat, dan kondisi yang diinginkan.

Pengembangan fungsi yang dimiliki oleh perusahaan saat ini sangat tergantung pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK telah merubah paradigma bisnis perusahaan dari bisnis secara fisik menjadi electronic business yang biasa disebut dengan e-Business Systems.

Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan TIK pada bidang bisnis telah banyak digunakan untuk mendukung aktivitas yang terjadi pada perusahaan, baik yang menghasilkan produk ataupun jasa. Teknologi informasi dan komunikasi misalnya dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-Bussiness, e-Commerce, e-Banking dan lain-lain. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi juga telah menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan TIK pada supply chaim managament (SCM) dan enterprice integration/collaboration system.

Supply chain management yang menggunakan e-Business Systems dapat diterapkan untuk mengintegrasikan manufaktur, pemasok, retailer, dan penjual secara efisien sehingga barang dapat diproduksi dan didistribusikan dengan jumlah yang tepat dan biaya keseluruhan yang minimum. Untuk menghasilkan supply chain yang efektif dan efisien perlu dibuat peta sistem logistik dan distribusi secara keseluruhan yang digunakan untuk melihat perilaku pergerakan aliran produk yang ditujukan untuk pendistribusian yang terjadi disetiap elemen. Dengan menggunakan e-Business koordinasi antar pihak-pihak dalam supply chain dapat dilakukan dengan mudah yang pada akhirnya menciptakan pelayanan yang memenuhi harapan dari para konsumen.

Selengkapnya dapat dilihat pada paper yang telah diupload…

Document | PDF

Search
Categories
Archives

You are currently browsing the Angga Prabowo Blog blog archives for Juli, 2011.